Masa Remaja
Nama saya Raden
Muhamad Arya Nurul Kusni, namun biasa dipanggil Arya .Saya
anak terakhir dari 5 bersaudara. Kakak pertama saya perempuan, kakak kedua
saya laki-laki, kakak ketiga saya laki-laki, kakak keempat saya laki-laki juga
dan saya yang terakhir. Saya lahir di sebuah Kota yang bernama Purwakarta pada 13
Januari 2006. Saya di besarkan oleh kedua orang tua saya disana dengan penuh
kasih sayang dari orang-orang di sekitar saya.
Ayah saya bernama Raden Muhamad Kusni, sedangkan Ibu saya bernama Siti Maryati. Ayah saya bekerja sebagai security di asrama mahasiswa, menurut saya itu sebuah pekerjaan yang sulit namun saya harus mengangkat derajat orang tua saya dengan belajar sungguh-sungguh, saya juga senang ketika pada suatu hari ayah pulang dari bekerja dengan wajah sumringah. Ternyata ayah telah dinaikkan pangkat oleh pemilik asrama mahasiswa menjadi kepala security karena kerja ayah tidak pernah buruk, saya sangat bersyukur mendengar hal tersebut hingga saat ini saya masih bisa melanjutkan sekolah, saya sangat bersyukur ayah memang sosok yang hebat, sedangkan ibu adalah orang yang selalu menemani di rumah. Saat ini saya duduk di bangku kelas delapan (Vlll) di SMP TIK Mizan di Depok
Jarak kelahiranku dan kakak-kakakku memang
terbilang jauh. Kakak yang pertama lahir pada tahun 1993, kakak yang kedua
lahir pada tahun 2001, kakak ketiga saya lahir pada tahun 2001, kakak keempat
saya lahir tahun 2003 sedangkan saya lahir pada tahun 2006.
Kakak pertama saya bernama Raden Herlina Marlin yang saat ini bekerja di rumah sakit. Kakak keduaku, bernama Raden Muhamad Raga Wira Husni saat ini menjalani sekolah di SMKN 1 Purwakarta, Kakak kedua saya bernama Raden Muhamad Regi Wira Husni saat ini menjalani sekolah di SMKN 3 Lingga Buana di kota Puwakarta, kakak keempat saya bernama Raden Muhamad Dani Husni saat ini menjalani sekolah di SMKN 1 Purwakarta. Kakak pertama ku menikah dengan seorang laki-laki yang bernama Arif Munandar yang juga bekerja di rumah sakit. Dari pernikahan tersebut, kakak dan suaminya di karuniai satu orang anak yang saat ini berusia 10 bulan. Naila Putri Azz-Zahra, itulah nama anak mereka yang sekaligus adalah keponakanku.
Kakakku dan suaminya tinggal di rumah yang tidak jauh dengan tempat tingalku dan orang tua. Seringkali aku berkunjung ke rumah kakakku dan suaminya walau hanya sekedar bermain-main.
Aku dibesarkan oleh keluarga yang bukan berasal dari keturunan darah biru. Ayah dan ibuku berasal dari keluarga sederhana yang mana orang tua beliau atau kakek nenekku adalah seorang petani. Namun, dengan kehidupan yang sederhana ini kami tidak pernah merasa malu atau gengsi, karena banyaknya harta tidak akan bisa membeli kebahagiyaan. Meskipun dari keluarga sederhana, ayah dan ibu mampu membiayai sekolah anak-anaknya. Kami tidak pernah meminta apapun yang kami rasa kurang penting, ayah dan ibu senantasa mengasihi kami dan selalu memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Kami tidak tahu harus membalas seberapa besar untuk ketulusan mereka selama ini, kami sangat menyayangi mereka, orang tualah yang mengenalkan pada kami betapa indah hidup dan banyak hal yang mesti kami syukuri. Saya tidak pernah menyesal hidup sederhana karena selalu ada mereka yang tidak pernah berhenti men-support kami.
Saya mempunyai hobi bermain musik, setiap hari selalu kusempatkan tanganku untuk bermain gitar, meskipun masih kurang handal dalam bermain gitar, namun saya selalu melakukannya dengan sungguh-sungguh, karena saya percaya bahwa sesuatu yang dilakukan dengan sungguh-sungguh maka tidak akan memberikan hasil sia-sia, Aku mempunyai impian dalam beberapa tahun mendatang untuk bisa membuat band. Selain itu saya juga mempunyai hobi bermain bulu tangkis, di sekolahku terdapat exskul bulu tangkis di setiap hari selasa, rabu dan jum’at, exskul ini dilakukan sore hari setelah pulang sekolah.
Ayah dan ibuku merupakan orang yang taat agama, mereka selalu mengingatkan kami untuk sholat jika saya terlalu asyik bermain game ayah atau ibuku pasti mengingatkanku.
Pada tahun 2018 saya lulus bangku sekolah dasar (SD). Ayah mengajakku untuk mendaftar SMP semipesantren yang berada disekitar ibukota namun sebelum saya survei saya lebih memilih sekolah yang berada di Purwakarta karena saya kurang bisa jauh dengan keluarga. Akhirnya saya diajak survei ke sekolah untuk sekalian mendaftar sekolah di sana dan ternyata ketika saya sudah survey saya berminat untuk sekolah di sana lalu saya berfikir kalau tidak diterima di sana, saya langsung mendaftar di sekolah purwakarta yang ternama. Hari berganti hari waktu terus berputar ternyata yang pertama memberitahu saya diterima di sekolah yang di Depok, saya langsung meninggalkan pormulir pendaftaran sekolah yang berada di Purwakarta. Nama sekolah yang menerima saya yaitu SMP TIK Mizan, lalu saya pergi ke Mizan bersama ayah saya.
Hari pertama masuk sekolah, saya sangat bersemangat.
Meskipun dengan teman baru, saya berusaha untuk akrab dengan mereka. Hingga
satu tahun berlalu. Setelah ini, adalah kenaikan kelas (Vlll). Saya
sangat senang, karena ditahun ajaran yang baru ini saya mengenal teman-teman
yang baru, mereka juga berasal dari berbagai daerah, ada yang berasal dari luar Provinsi dan ada juga yang berasal dari luar kota.
Di tahun ajaran baru ini, teman-teman angkatan saya dan juga
kelas 9 membuat rancangan acara MOS untuk menyambut kedatangan angkatan kelas
7 yang baru, untuk itu kami membagi beberapa divisi untuk kalancaran acara ini.
Kami berkumpul untuk memusyawarahkan siapa yang menjadi ketua
dalam acara MOS tahun ini dan ternyata yang menjadi ketua dalam kegiatan
MOS tahun ini adalah salah satu kelas sembilan yang bernama Tegar, setelah kami
memilih ketua lalu kami membagi menjadi beberapa divisi, saya mendapatkan
divisi penanggung jawab acara, menurut saya devisi ini sangat mudah untuk
menjalankannya karena saya tidak sendiri untuk menjalankan devisi ini. Setelah
terbagi semua devisi kita merencanakan berapa hari acara MOS ini dan
ternyata acara MOS ini berlangsung
selama satu minggu, acara ini berlangsung dengan lancar.
Setelah acara MOS berakhir, beberapa hari kemudian kami kelas 8 dan kelas 9 berkumpul lagi untuk memusyawarahkan tentang keorganisasian siswa intra sekolah (OSIS) yang akan memilih kembali siapa yang akan memjadi ketua OSIS pada tahun 2019, sebelum masuk pemilihan ketua OSIS kami menunjuk terlebih dahulu panitia dalam pemilihan OSIS 2019, setelah selesai pembuatan panitia, panitia pun langsung mengambil alih dalam pemilihan OSIS, panitia langsung memilih calon dari kelas 8 yaitu yang bernama Alwi, Arya, Rahmat, Dan Wahyu. Setelah persiapan telah selesai dibuat panitia mengumpulkan seluruh warga SMP TIK Mizan mulai dari siswa, para guru, dan karyawan. Dan pasti yang terpilih sebagai ketua OSIS dari kelas 8, lalu setelah semua warga SMP TIK Mizan mencoblos, panitia menghitung seluruh suara yang di dalam kotak suara ternyata yang paling banyak mendapatkan suara yaitu Alwi dan saya urutan ke dua jadi saya menjadi wakil ketua OSIS periode 2019.
Selama saya belajar di SMP TIK Mizan saya selalu bersungguh-sungguh karena saya tidak mau mengecewakan seluruh keluarga saya terutama ayah saya yang memasukan saya di Mizan, dalam berungguh-sungguh inilah saya mendapatkan hasil terbaik.
“ Saya semakin yakin bahwa sesuatu yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh tidak akan mendapat hasil sia-sia”
